Hari Rabu kemarin (19 Agustus 2009) benar-benar hari yang melatih kesabaran dan stamina saya hingga batas paling atas, bagaimana tidak dengan macet seharian yang sangat parah dan malamnya harus ke Bandung. Perjalanan dari Pluit ke Cengkareng di tempuh dalam waktu 1,5jam (biasanya cuma 45 menit), perjalanan dari Sahid ke Pluit ditempuh dalam waktu 2 jam, dan yang parah saat di jalan tol Tangerang-Jakarta (dari pintu tol Meruya) saya berangkat jam setengah 12 malam masih saja macet! Sehingga saya baru sampai di Bandung jam 3 subuh, padahal esok harinya jadwal saya padat sekali, mulai dari ke dokter gigi, meeting dengan klien, cek proyek, da malamnya harus pulang ke Jakarta, karena Jumat paginya saya sudah ada job untuk penyelidikan tanah( test sondir) di Tanah Abang, yang juga daerah macet.

Ternyata stamina saya masih harus diuji lagi, karena Bandungpun juga macet parah T_T, alhasil setelah job hari jumat pagi selesai dan juga sudah mengecek proyek di Bojong, saya tidur dengan sukses karena lelahnya.

Dan tadi pagi saya diberitahu oleh rekan saya (mendengar dari radio Sonaora), salah satu penyebab Jakarta macet karena banyak pintu tol dalam kota ditutup dikarenakan mereka tidak memiliki uang kecil (Bah! Alasan yang tidak masuk diakal) untuk uang kembalian, dan mereka menyarankan sebaiknya pengguna jalan tol menggunakan e-toll card (ooo, jadi ini toh sebabnya!). Menurut hemat saya usaha Jasa Marga memaksakan pengguna jalan tol menggunakan e-toll card merupakan suatu usaha yang merugikan masyarakat, bayangkan saja uang kita digunakan untuk membeli e-toll card yang nota bene adalah suatu prepaid card yang tidak bisa diuangkan kembali dan tidak memberikan imbal hasil berupa bunga, dan bila hilang orang lain bisa menggunakan saldo yang ada (karena tidak adanya proteksi PIN atau sebagainya).

Jadi saya termasuk orang yang menentang cara0cara kotor seperti ini untuk memaksakan kepentingan sepihak yang merugikan pihak orang banyak, dan jujur saya dan juga banyak orang di Jakarta pada hari Rabu mengalami kerugian materi (boros bensin), waktu (yang mungkin mengakibatkan kehilangan peluang usaha atau apapun juga), serta kesehatan (stres dan terlalu lama menghirup polusi dari emisi gas buang yang masuk ke dalam kabin mobil.

Pertanyaannya, bisakan kita menggugat???

 

Leave a Reply