Host unlimited photos at slide.com for FREE!

Anjing adalah suatu kata benda yang menurut kamus di definisikan sebagai mahkluk hidup menyusui berkaki empat yang berbulu, berbau dan selalu mengeluarkan air liur dengan tidak henti-hentinya menyalak.
Namun anjing juga bisa menjadi kata sifat yang bila diucapkan ke orang lain mungkin orang itu bisa berkata yang sama kepada kita atau bahkan kalau parah kita bisa ditonjok.

Begitu kira-kira definisi anjing yang kata orang di kampung saya istilahnya men’s best friend. Kebetulan saya jadi ingin menulis tentang anjing karena malam minggu baru saja saya ngedate bareng istri saya untuk nonton film “Marley and me” di XXI mal taman anggrek. Kisahnya diangkat dari kisah nyata, jadi benar-benar mengena buat saya yang kebetulan sedang baru saja memulai menjalani hidup dengan menambah status baru, yaitu menjadi seorang suami (kepala rumah tangga). Alright, back to topic again. Menonton film ini mengingatkan saya kepada anjing saya, bonnie. Seekor anjing betina jenis maltese shih tzu yang berwarna hitam. Bonni sungguh memberikan suatu suasana baru di rumah saya yang kecil di Tegal. Dia menemani mami saya yang sering ditinggal sendiri oleh papi saya untuk mencari nafkah bagi kami sekeluarga, sedangkan saya dengan adik-adik saya belajar menuntut ilmu di kota Jakarta untuk suatu masa depan yang lebih baik.
Bonnie merupakan anjing yang luar biasa, tanpa di ajari dia tidak pernah  buang air kecil ataupun besar sembarangan di dalam rumah, melainkan dia naik ke loteng tempat kami menjemur baju dan melakukan aktifitas buang hajat disana. Kami sendiri sampai terheran-heran dengan sopan santunnya itu. Dia selalu mau tau banyak hal yang dilakukan tuannya, selalu mau makanan tuannya juga (tidak pernah menyalak saat meminta melainkan hanya diam dengan tatapan minta dikasihani), membangunkan kami bila sudah pagi dengan naik ke ranjang kami dan menjilat2 muka kami, dan banyak hal lainnya.
Begitu banyak hal-hal indah dan lucu yang kami lalui saat Bonnie masih menjadi bagian keluarga kami, namun sekarang dia sudah pulang ke surga. Saya ingat sekali saat mami saya bercerita bagaimana dia meninggal (karena usia tua dan mengidap penyakit lever), dia begitu tidak rela untuk pulang dan meninggalkan mami saya, hingga akhirnya mami berkata padanya, “Bon, kalau mau pulang boleh, mami udah rela Bonnie pulang” dengan menangis, dan akhirnya bonnie menarik nafas panjang untuk yang terakhir kali setelah mendengar mami berkata seperti itu dan akhirnya berpulang. Saat saya mendengar Bonnie sudah pergi betapa sedih saya karena saat itu saya sedang ada di Bandung untuk kuliah, dan betapa merasa kehilangan anjing yang telah kami anggap sebagai anggota keluarga.
Jujur sampai saat inipun saya masih teringat kepada kelucuannya, dan sebenarnya saya ingin sekali memiliki seekor anjing yang seperti Bonnie. Hm…..mungkin dalam waktu dekat bila memang sudah waktunya. Apakah ada yang setuju juga kalau anjing adalah sahabat terbaik manusia?

Tagged with:
 

2 Responses to Men’s Best Friend

  1. Fanda says:

    Setuju banget. Selain anjing bisa jadi anggota keluarga, anjing adalah hewan paling setia di dunia. Banyak kejadian juga dimana anjing rela mengorbankan nyawa demi tuannya. Sayang nih aku alergi bulunya, hiks… Anyway…moga2 kesampaian tuh untuk pny anjing lagi

  2. bunda lis says:

    ko mikirin anjing sebagai anggota keluarga, apa nggak ada lebih mulia menjadikan orang lain menjadikan anggota keluarga, kita jangan salah kaprah memperlakukan manusia seperti hewan tapi memperlakukan hewan seperti manusia.

Leave a Reply