14 Februari 2009, buat sebagian orang ini adalah hari Valentine hari kasih sayang, buat sebagian orang ini adalah hari Sabtu another ordinary weekend. Buat sebagian orang hari ini adalah hari yang bahagia, ada yang nge date, ada yang di “tembak” sama orang yang di kasihi, ada yang dikasih kado, dan ada deeeeeehhhh. Namun ada juga yang sedih, ada yang jomblo forever (rasanya), ada yang gak dapet kado, ada yang lagi berantem ama pacarnya, ada yang membatalkan pertunangan, dan lain-lainnya.

Kalau saya sendiri, kebetulan dan Puji TUHAN termasuk golongan berbahagia, tahun ini merayakan valentine bersama istri yang baru saja bulan kemaren saya nikahi (bisa dibilang  masih penganten baru, lha wong blom sebulan kok), pergi ke Senayan City, makan sushi di sushi tei (antrinya booooo, laaaaaaammmaaaaaaaa banget), beliin kado buat istri Sony Ericsson W580i, beli buku di TGA book store, trus pulang deh sambil gak lupa mampir liat mobil Mercedes Benz seri S yang 2 seater (bikin ngiler aja).

Namun, pulang dari Senayan City sambil menyetir mobil Hyundai Accent saya mendengarkan lagu yang liriknya “Ku tak membawa apapun juga saat ku datang ke dunia, ku tinggal semua pada akhirnya saatku kembali ke surga, ini lah yang kupunya hati sebagai hamba yang mau taat dan setia pada-Mu Bapa, kemana kan kubawa hati yang menyembah dalam Roh dan kebenaran sampai s’lamanya…..” sisanya cari aja di toko Pondok Pujian.

Saya berpikir dan merenung, betapa dunia menawarkan segala gemerlapnya, dan jujur saja siapa sih yang gak pengen? Lha wong saya juga kepengen kok. Melihat para pengunjung Senayan City yang rata-rata adalah kaum the have, handphone canggih-canggih rata-rata Balckberry (gak tau deh ngerti make nya atau cuma buat gaya-gayaan doang), penampilan seperti di sinetron-sinetron Indonesia, mobilnya keren-keren (kayanya saya doang deh yang make fasilitas valet parking tapi mobilnya butut huahahhaa, ah yang penting mampu bayar peduli amat), saya berpikir gimana yah rasanya jadi para pramuniaga toko yang gaji gak seberapa tapi tiap hari melihat tingkah laku kaum the have ini? Apa gak ngiler? Namun lagu tadi membuat saya merenung dan bersyukur untuk terus diingatkan, bahwa hidup ini adalah fana, harta dan kuasa bukanlah yang utama yang menjadi tugas kita di bumi ini (saya yakin tiap-tiap dari kita adalah unik dan TUHAN menciptakan kita untuk suatu maksud yang mulia yang dikhususkan bagi kita pula) sehingga tidak seharusnya kita sialu akan setiap kemewahan yang ditawarkan dan tidak ngoyo untuk mencarinya namun justru harus bersyukur untuk setiap yang telah TUHAN berikan dalam hidup kita.

Jadi buat semua yang membaca postingan saya ini, mari kita bersyukur kalau di hari Valentine ini TUHAN memberikan yang terbaik, apapun itu, jangan lihat dan jangan bandingkan dengan apa yang orang lain terima (ingat rumput tetangga selalu lebih hijau).  Mungkin saat ini Kamu merasa golongan yang sedih, percaya deh semua sudah diatur demi kebaikan kita, saat ini mungkin rasanya segala sesutau tampak buruk tapi seperti kata Yusuf “ TUHAN telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” Kejadian 50:20.

So, Happy Valentine everybody!!!

Tagged with:
 

Leave a Reply