Hari ini saya mendapatkan pelajaran baru dari teman saya ketika sedang berada di Bandung, yaitu upah dari penghormatan, begini ceritanya.
Saat di Bandung, ketika hendak mengantar teman kami pulang ke Ciumbuleuit, mobil kami di berhentikan oleh polisi karena kebetulan kami melanggar lampu lalu lintas menurutnya, padahal menurut kami kami masih melintas marka pada saat lampu kuning (pembenaran diri
), dan kami rasanya kesal sekali, kenapa hanya kami yang diberhentikan padahal yang lain juga melanggar, wah pasti cari uang nih polisi begitu pikir kami (yang profesinya polisi jangan tersinggung, kalo tersinggung mending jangan baca). Ok, jadi kami pun menepi menunggu pak polisi itu menghampiri kami dengan jalannya yang saaaangggggaaat perlahan (kalo mau langsung tancap gas juga bisa sebenarnya).
Begitu menghampiri mobil kami, biasa basa-basi bentar trus minta surat-surat (prosedur tetap ceritanya), dan rekan saya pun diminta turun dari mobil untuk masuk ke pos (halah) dan saya pun ikut menemani. Di pos dengan melancarkan argumen sana-sini, pak polisi ini tetap ngotot menilang kami (saya akui kalau saya kurang sopan padanya, karena image polisi yang memang kurang bagus di masyarakat), namun akhirnya rekan saya mengaku salah berusaha menghormatinya dan minta kemurahan hati beliau. Dan akhirnya beliau (pak polisi maksudnya) pun bermurah hati melepaskan kami.
Saat di mobil rekan saya membagikan kepada saya mengapa dia berlaku seperti itu, firman TUHAN berkata “hendaklah kamu tunduk kepada atasanmu, penguasamu sekalipun dia adalah penguasa yang bengis”. Mungkin aparat polisi di Indonesia imagenya masih negatif, namun kita harus tetap tunduk dan taat padanya, dengan menghormati mereka kita pun pasti akan dihormati kembali. Terkadang mereka hanya butuh dihormati, karena merekapun mungkin sudah jenuh dengan cap jelek yang melekat pada mereka, kata rekan saya. Dan saya berpikir betapa bijaksananya rekan saya ini, dan saya sangat bersyukur TUHAN memberikan rekan yang seperti ini untuk terus mengubah saya untuk terus menjadi lebih baik.
Jadi apa yang kami dapat dengan menghormati polisi? Keringanan dan kemurahan hati dari beliau. Jadi pelajaran yang saya dapat hari ini, kepada siapapun saya harus berlaku hormat sekalipun kepada seseorang yang kita tau tidak pantas kita hormati, karena TUHAN yang akan memperhitungkannya. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.
One Response to Upah dari penghormatan
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
- Teky Widjaja on Facebook
Google Friend Connect









Dengan begiru kita jadi perlu mengingatkan diri kita, bahwa semua ada balasannya, entah itu seketika maupun kelak kemudian hari. Bahkan dalam dunia blog juga sama, berkunjung dibalas berkunjung. Tapi kadang komentar balasannya menunggu lamaaaaaa…. hehehehe… ujung-ujungnya bosss…. ninggalin comment dooong….